KELAKAR

SENGGANG

LENSA

Melihat Karakter Orang dari Cara Mengangon Sandalnya

Sebelum bicara panjang-lebar, saya persepsikan bahwa Anda sudah tahu definisi sandal dan pernah memakainya. Kalau belum pernah memakainya, minimal Anda tahu seperti apa bentuk sandal itu. Jika tidak tahu semuanya, berarti peradaban Anda terlampau maju. Peradaban sandal ada sebelum internet lahir. Dan Anda membaca tulisan ini dari internet.

Sebagai pencuri pemerhati sandal, saya telah melakukan berbagai survei di sejumlah masjid di kampung saya. Fakta-fakta baru muncul dari kerja-kerja akademis tersebut, salah satunya adalah analisis karakter seseorang dari cara mengangon sandalnya.

Tidak semua orang bisa mengangon sandal dengan baik, sebagaimana tidak semua orang bisa mengangon beruk dengan baik. Beruk bisa berbuat kemungkaran, sandal pun bisa. Hal itu sesuai dengan perlakuan pemiliknya. Tabiat beruk dan sandal bisa sebagai pintu masuk untuk melihat berbagai karakter pemiliknya.

Berikut ini adalah sebagian kecil hasil survei yang telah saya lakukan bertahun-tahun lamanya terhadap sandal dan pemakainya.

Menari-Nari di Atas Sandal Orang Lain
Sub judul macam apa ini? Aneh benar. Maksudnya adalah sandal yang suka menginjak sandal orang lain. Kok sandal yang menginjak? Iya, maksud saya pemilik sandalnya. Ah, ribet amat. Intinya, sandal itu berada di atas sandal orang lain, penindasan yang tak bernurani. Itu adalah pelanggaran HAS berat (HAS = Hak Asasi Sandal).

Nah, orang-orang yang punya perilaku bersandal semacam itu pastlah dia orang yang tidak menghargai perasaan sandal orang lain. Sandal sudah dibasuh bersih, tapi masih saja diinjak. Duh, sakit hati ini.

Sandal Kanan Lebih Maju Ketimbang Sandal Kiri
Kalau Anda perhatikan, sandal berakhlak macam begini banyak sekali. Sandal kanan berada di baris pertama, sementara sandal kedua ada di baris 27 (Ah, itu dilempar sama anak kecil ke temannya). Hal tersebut menandakan bahwa pemiliknya memiliki karakter “anti kemapanan”. Maksudnya adalah ia tidak suka kerapian, suka acak-acakan, tidak mau menyejajarkan sandalnya dengan sandal orang lain.

Sandal Kiri Lebih Maju Ketimbang Sandal Kanan
Nah, ini kebalikan dari sebelumnya. Sandal kirinya yang lebih maju ketimbang sandal kanannya. Namun, dari sisi karakter pemiliknya tak banyak memiliki perbedaan. Bedanya cuma satu, yaitu dia kidal.

Sandal Bernama
Anda mungkin pernah melihat sandal yang diberi nama. Terkadang, nama-nama itu disesuaikan dengan kegemaran pemiliknya. Sandal kiri diberi nama “Ayu”, sandal kanannya diberi nama “Tinting”. Sandal macam ini kemungkinan besar dimiliki oleh penyuka dangdut atau penyuka janda.
Sandal penggemar bola lain lagi. Sandal kiri diberi nama “Moh.”, sandal kanan diberi nama “Ronaldo”. Kadang sandal kiri diberi nama “Siti”, sandal kiri diberi nama “Balotelli”.

Karakter lain yang bisa dilihat pemilik sandal macam ini adalah bahwa ia sering dicolong atau ditukar sandalnya oleh orang lain. Nama-nama tersebut diharapkan bisa mengembalikan sandalnya yang hilang atau mengurungkan niat orang untuk mencurinya.

Maling sandal
Jangan menuduh saya, Pak! Bukan saya orangnya. Sungguh!

Nah, itulah beberapa karakter orang dilihat dari cara dia mengangon sandalnya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana orang baik; santun, murah hati, pemaaf, dan rajin olah raga tengah malam; memperlakukan sandalnya? Orang macam ini biasanya menggunakan sandal secara baik dan benar, sesuai SOP. Ia meletakkan sandalnya sejajar, antara yang kiri dan kanan. Kadang ia menyejajarkan sandal orang lain yang berantakan, lalu memasukkannya ke dalam kresek.

Jika Anda menemukan orang jenis ini, sudah barang tentu itu adalah bukan saya.

Share this

Related Posts

First

0 komentar