Alasan Mereka Dipanggil Mat Pelor dan Getteng

ilustrasi. diambil dari: tempo.co
Nama aslinya Muhammad Rizki. Panggilan Mat Pelor perlahan naik daun saat senapan anginnya mewariskan sebuah lubang kecil di telinga kiri Getteng, sahabat karibnya. Pelor senapannya menghunjam benda yang seharusnya dilindungi oleh masing-masing warga negara yang sudah mengamalkan P4 dan butir-butir Pancasila, akibat ceroboh.

Getteng juga bukan nama asli. Kiai sepuh di kampung kami yang sudah almarhum memberinya nama yang sungguh indah, Abdul Qadir, mirip nama seorang tokoh Islam, Abdul Qadir Jailani. Tapi, tentu saja bukan Dul anak Dhani. Bukan.

Getteng sendiri juga populer setelah mengalami kejadian tersebut. Bekas lesatan peluru Mat Pelor membuat telinganya tak utuh. Meski sudah sembuh dari luka, tapi ada lengkungan yang tampaknya akan jadi warisan permanen. Itulah kenapa ia dipanggil Getteng, artinya sesuatu yang gempil. Ya, telinga Getteng memang gempil.

Panggilan itu sudah bertahun-tahun silam. Mereka berdua sudah lupa untuk jengkel kepada siapa saja yang memanggilnya. Kabar baiknya, mereka sudah merasa itu adalah nama pemberian alam. Sebab, orang-orang pun akan tetap memanggilnya begitu meski dilarang. “Membuat senang orang itu kan pahala,” kata Mat Pelor suatu ketika Tapi itu lebih terasa sebagai sebuah ketidakberdayaan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...