Jumat, 26 Februari 2016

ALAMenilai Menurut Saya

sumber gambar: grup wa plat-m

Sebuah Intro
Pertengahan Januari lalu, sebuah notifikasi pesan Facebook masuk ke ponsel saya. Saya segera mengeceknya. Ternyata dari Mas Wahyu Alam, mantan Klebun (Ketua) Plat-M (Komunitas Blogger Madura). Ia bertanya apakah saya punya aplikasi pesan instan WhatsApp (WA). Katanya, akun saya mau dimasukkan ke grup komunitas. Saya balas bahwa nomer WA saya masih yang dulu. Saya sertakan pula nomer tersebut.

Dulu, kami memang sempat berkomunikasi, sebelum akhirnya aplikasi WA saya hapus dari ponsel karena lebih tertarik menggunakan BBM. Ketika BBM kini menyebalkan dengan fitur pesan berantainya yang mengganggu dan akunnya yang rentan kena retas, akhirnya WA menjadi pilihan yang cukup tepat.

Mas Wahyu juga bilang bahwa di grup ada acara rutin tiap Jum’at malam, namanya ALAMenilai. Acara tersebut berisi penilaian terhadap blog masing-masing anggota Plat-M. Selain itu, ada pula sesi sharing tips-tips menulis.

Kalau bicara tulis-menulis, mata saya langsung berbinar-binar. Aktivitas yang satu ini memang selalu menggoda. Walau tidak lagi seintens dulu dalam menulis, saya masih menyimpan keinginan kuat untuk merawat aktivitas ini hingga datang masa tua nanti. Saya percaya bahwa kegiatan menulis itu pasti ada manfaatnya. Minimal untuk diri sendiri.

ALAMenilai: Acara Langka
Ketika sudah menjadi bagian dari keluarga besar grup WA Plat-M, saya merasa bahwa ALAMenilai adalah acara yang benar-benar menarik dan langka. Menarik, karena ia berkaitan langsung dengan kegemaran saya, yaitu tulis-menulis. Disebut langka karena sejauh yang saya ketahui, tidak banyak orang yang mau bersusah-payah mengurus tulisan di blog orang lain seperti yang dilakukan oleh Mas Wahyu. Sulit menemukan ketua komunitas blogger yang mau benar-benar intens membina anak buahnya sampai ke hal-hal yang cukup detail, semisal soal tanda baca dalam sebuah tulisan.

Meski kini tinggal di Taipei, Taiwan, Mas Wahyu tetap punya perhatian yang besar terhadap eksistensi Plat-M. Jarak 3.600-an kilometer tidak membuatnya lupa terhadap komunitas yang ia dirikan tahun 2009 lalu itu. Semangatnya untuk menggelorakan dunia tulis-menulis, terutama berkaitan dengan tema kemaduraan, terus ia pupuk dari negeri Naga Kecil Asia tersebut.

Berada di luar negeri terkadang membuat sebagian orang merentang jarak dengan tanah kelahirannya. Tetapi, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi Mas Wahyu. Acara ALAMenilai adalah salah satu bukti bahwa ia masih ingin berkontribusi bagi Madura dan Indonesia secara umum.

ALAMenilai diproyeksikan untuk mencetak generasi blogger Madura yang pandai menulis, lihai merangkai kata. Karena itu, penilaian yang dilakukan oleh Mas Wahyu sebagai tuan rumah ALAMenilai sangat rigid. Hal-hal kecil berkaitan dengan kesalahan penulisan dibenahi. Wajar saja bila kerap dijumpai beberapa blog dari anggota komunitas Plat-M sempat diacak-acaknya.

Untuk jangka panjang, acara seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh Madura. Pulau Garam ini membutuhkan blogger yang punya kemampuan menulis yang baik untuk membagikan hal-hal positif yang ada di Madura lewat dunia maya. Hal itu akan mengikis stereotip yang berkembang di kalangan masyarakat luar bahwa Suku Madura adalah suku yang primitif dan temperamen.

Adanya internet adalah lahan basah bagi para blogger untuk menyebarkan virus positif semacam itu. Kita tahu, internet mampu melipat batas teritorial. Orang dari belahan bumi manapun bisa mengakses sebuah postingan yang kita bagikan. Bila kita membagikan hal-hal positif yang ada di Madura, orang luar akan memperoleh pengetahuan baru sebagai pengimbang terhadap apa yang mereka dapatkan selama ini.

Format Acara ALAMenilai
ALAMenilai diformat mengadopsi acara Mata Najwa yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta. Mula-mula, Mas Wahyu akan membuat sebuah pembukaan dengan merangkai kata serupa sajak. Isinya lebih sering berkaitan dengan dunia tulis-menulis dan blogging. Setelah itu, ia akan menilai sebuah blog. Ia akan membeberkan kekurangan dan kelebihan blog tersebut.

Tapi, tentu saja tiap minggu acaranya tidak sama, tidak melulu menilai blog. Beberapa pertemuan terakhir difokuskan ke menulis secara estafet. Masing-masing blogger yang mendapat tugas diminta untuk menulis satu paragraf dengan kata kunci tertentu. Setelah rampung, Mas Wahyu akan menilai tulisan tersebut per paragraf.

Itulah sekelumit tentang ALAMenilai, sebuah acara yang menurut saya bisa menjadi candu. Saya sendiri selalu menunggunya dan menyesal bila berbarengan dengan acara lain.

ALAMenilai adalah titian awal untuk merengkuh impian besar Plat-M, menduniakan Madura.
Share:

6 komentar:

  1. sampean itu punya perbendaharaan kata yang mengagumkan. saya setuju bahwa menulis pasti ada manfaatnya. minimal bagi diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... Saya masih belajar, Mbak. Terima kasih apresiasinya.

      Hapus
  2. Keren mas Rozi, serius deh. Kereeeen ! sepertinya melakukan research secara mendalam :D, tuh sampai tau jarak Taipei ke Madura

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan riset, cuma cek aja di Google Maps. :)

      Hapus
  3. Selalu suka dengan rangkaian kata dari maz Rozi.. Kata terangkah rapih dengan kosa kata cantik....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... saya masih belajar, Mbak.

      Hapus