KELAKAR

SENGGANG

LENSA

Dua Hal Aneh yang Saya Temui di Jalan Raya

 

Anda mungkin pernah mengalami hal-hal ganjil di jalan raya. Saya sendiri sering dan dua hal berikut ini yang paling ingin saya tulis. Kenapa? Nggak tahu juga sih alasannya. Cuma ingin saja. Hihi...

Pertama
Nah, hal aneh pertama adalah saat ada pengendara sepeda motor atau mobil yang melajukan kendaraannya dengan cepat, tapi sepanjang perjalanan dia membunyikan klakson. Jarak kendaraan di depannya masih terentang sekian ratus meter, tapi klaksonnya sudah mengaing-ngaing.

Saya tidak tahu apa motif dia membunyikan klakson begitu panjang. Perkiraan yang paling masuk akal adalah ia ingin diberi celah agar bisa melenggang dengan mulus. Semua kendaraan lain harus minggir agar kendarannya tidak menabrak. Jalan di hadapannya harus mulus seperti jidat Syahrini.

Bila bertemu pengendara seperti itu, kadang saya berpikir, “Ini orang mau selamat, tapi kok ngebut banget.” Itu seperti jomblo ingin move on, tapi selalu memata-matai akun medsos mantannya. Susah jadinya.
Kadang saya juga berpikir, kenapa klaksonnya nggak diganti sirene saja sekalian, biar tambah greget gitu.

Kedua
Ketahuilah, bahwa bila saya melanggar lampu lalu lintas (traffic light), itu bukan dari saya sendiri, melainkan dari pengendara lain di belakang saya. Anda pasti tahu, bahwa di negara kita sebetulnya lampu hijau itu tidak ada gunanya. Jika kita bela-belain nunggu lampu hijau menyala, bersiap-siaplah telinga kita pekak oleh suara bising klakson dari kendaraan di belakang kita. Karena itu, kita mesti tancap gas sejak lampu kuning baru menyala.

Tapi, itu dulu. Sekarang beda lagi. Sejak lampu lalu litas dipasangi timer, orang tidak perlu menunggu lampu kuning, apalagi hijau, menyala. Saat hitungan timer surut ke angka lima, kendaraan sudah mencelat. Jadi, lima detik sebelum lampu kuning menyala, mereka sudah melesat jauh ke depan. Entah apa yang dikejar.

Kadang saya berpikir, apa tidak sebaiknya lampu kuning dan hijaunya dicopot saja. Kan mubazir.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar