KELAKAR

SENGGANG

LENSA

Karena Blogger Profesional Bukan Passion Saya

Bila teman-teman komunitas Plat-M membicarakan ihwal menghasilkan uang dari blog, saya biasanya langsung tertarik. Wajarlah, sebagai blogger mata duitan, mata saya pasti berbinar-binar jika mendengar orang ngomong soal uang. Walau uang bukan segala-galanya dalam kehidupan ini, tapi popok, sabun, bubur, minyak telon, dan bedak buat anak saya tidak bisa dibeli dengan daun ceplukan. Jadi, uang itu tetap saja dibutuhkan.

Saya tekun menyimak apa yang disampaikan oleh teman-teman, tentang syarat-syarat menjadi blogger profesional, tentang bagaimana mendapatkan kontrak review dari klien, tentang bagaimana memenangkan lomba blog, dan seterusnya. Sejenak, hal-hal yang mereka sampaikan seakan mudah dilakukan, namun faktanya tidak demikian.

Menjadi blogger profesional itu butuh persiapan yang matang. Butuh pengetahuan tentang konten yang menarik, butuh penguasan terhadap desain, dan butuh wawasan tentang SEO walau sedikit. Mungkin hal itu terlihat simpel, tapi bila dilakukan ternyata ribet juga.

Tapi, bukan hal di atas yang membuat saya merasa belum siap untuk menjadi seorang blogger profesional. Sebab, semua itu bisa dilewati bila kita tekun mengerjakannya secara bertahap. Saya justru enggan melakukan semua tahapan itu karena merasa bahwa sebenarnya blogger profesional bukanlah passion saya.

Tujuan saya membuat blog sejak awal adalah untuk merawat tradisi menulis yang sudah lama saya geluti. Saya ingin agar tradisi tersebut tetap lestari. Tapi, dengan mengikuti syarat-syarat untuk menjadi blogger profesional, saya merasa bahwa tujuan tersebut justru makin sulit dilakukan. Saya merasa terkekang dalam menulis karena, misalnya, harus mencari konten-konten tertentu yang kadang tidak saya ketahui atau bukan bidang saya. Akhirnya, saya tidak bisa menulis sesuka saya.

Belum lagi kalau bicara SEO. Harus pasang link ini dan itu, harus membuat postingan di blog bayangan, harus mencari backlink, dan seterusnya. Intinya riiibet. :)

Akhirnya, saya akan kembali ke pengaturan awal. Saya akan menulis sesuka saya tanpa khawatir dibayang-bayangi calon klien. Bila blog ini pada akhirnya tak ada yang mengajukan kontrak review, tidak jadi masalah. Tak ada pembaca pun juga tidak apa-apa. Yang penting saya bisa menulis beragam hal dengan gembira. Karena, sekali lagi, saya hanya ingin menulis. Itu saja.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar