Sebab Buku Cetak Lebih Seksi


Beberapa hari terakhir saya sengaja mengurangi porsi berleha-leha di dunia maya. Saya ingin meluangkan waktu lebih banyak untuk membaca secara offline. Kebetulan beberapa buku baru dan lama yang saya beli memang belum sempat saya baca. Saya berharap dalam beberapa waktu ke depan buku-buku tersebut sudah bisa saya tuntaskan.

Bagi saya, membaca buku cetak menghadirkan sensasi lain yang tak saya dapatkan dari buku digital ataupun media daring. Ada nilai-nilai yang kadang sulit dilukiskan, semacam ekstase dan prestise. Ada nuansa epik ketika tertidur berbantal buku atau saat berhasil menyelesaikan bahan bacaan yang cukup tebal.

Saya pun merasa bahwa hasil membaca buku cetak lebih melekat ketimbang membaca media daring. Ini mungkin butuh penelitian mendalam, tapi selama ini yang saya rasakan memang demikian. Boleh jadi salah satu faktornya adalah karena media daring memiliki banyak “pengganggu”. Iklan adalah salah satunya. Saat kita butuh konsentrasi dalam membaca, iklan justru lebih mencolok dan meminta untuk lebih banyak diperhatikan. Alhasil, konsentrasi menjadi buyar.

Perbedaan medium kertas dan digital saya rasa juga mempengaruhi konsentrasi. Untuk bahan bacaan yang sama, saya lebih sulit berkonsentrasi saat membaca di layar komputer ataupun ponsel. Mungkin karena pancaran sinarnya. Saat membaca buku cetak, kita tak mendapatkan hal itu.

Dari beberapa hal di atas, hingar-bingar mengenai tenggelamnya peradaban buku cetak mungkin masih akan lama terjadi. Sampai saat ini terbukti buku cetak masih banyak diminati. Ia tak bisa dikalahkan oleh adanya buku digital. Walaupun kehadirannya memang membuat pangsa pasar buku cetak mengalami penyusutan.

4 komentar :

Reader's Comments

  1. Katanya kalau baca ga bole sambil tiduran mas, ngga baik buat kesehatan mata. Katanya sih.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, katanya. Tapi saya merasa enak baca dengan posisi kayak gini. hahaha...

      Hapus
  2. Betul, membaca buku ada nuansa magis yang tak bisa diceritakan. Kalau sudah biasa baca buku, kemudian stok buku yang dibaca habis, maka semacam ada sesuatu yang hilang. Jadi, mari terus kita membaca buku.

    Anyway, kaosnya bagus. #eh

    BalasHapus