KELAKAR

SENGGANG

LENSA

Tiiitit...


Beragam gaya dilakukan sopir dalam membunyikan klakson kendaraannya. Di dunia transportasi massal, ketukan yang hampir mainstream hanya satu kali. Namun, ketimbang transportasi lain, suaranya jauh lebih nyaring dan lebih lama. Contohnya bus atau kapal laut, klaksonnya akan mengaum seperti ini: ngooooong....

Di moda transportasi lain ketukan bunyi klaksonnya lebih beragam. Ada yang mengikuti kebiasaan kendaraan umum. Bunyinya jadi begini: tiiit.... Ada juga yang tiga ketukan menjadi: tiittiittiit. Yang membunyikan begitu biasanya ibu-ibu baru belajar naik motor metik yang di depanya ada kendaraan lain, padahal jaraknya cukup jauh, sejauh kenyataan dengan khayalan para jomblo. Ada pula orang yang membunyikan klaksonnya tanpa bisa dihitung berapa ketukan. Biasanya yang melakukan itu adalah anak kecil yang dibonceng orang tuanya di bagian depan.

Saya sendiri tanpa terasa memiliki kebiasaan yang sama dan berulang-ulang dalam membunyikan klakson. Saya cukupkan dua ketukan saja. Namun, saat dipikir ulang, kok saya merasa ada yang janggal. Kalau dituliskan akan jadi begini: tiiitit... Tapi, cukup. Jangan diteruskan dengan kalimat: “...Riski belang-belang”. Nanti cuma bikin ribut.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

0 komentar