Menulis itu Sulit, Kentut yang Mudah

- Maret 30, 2017

Ya, menulis itu tidak pernah mudah. Jika sejumlah buku mengatakan sebaliknya, lewat judul yang mentereng di sampulnya, lebih sering itu hanya untuk membuat kita tertarik membelinya. Isinya sudah pasti tidak mudah, apalagi jika dipraktikkan.

Menulis membutuhkan banyak sekali persiapan. Salah satunya adalah pemahaman terhadap tema yang akan ditulis. Jika pemahaman terhadap tema minim, maka sudah pasti hasil tulisan tidak akan pernah mendalam. Seperti halnya orang mengupas jeruk. Mereka yang tidak paham tema hanya berhasil mengupas kulitnya saja, tanpa tahu rasa jeruknya.

Selain pemahaman terhadap tema, hal yang juga sangat penting dalam menulis adalah energi yang kuat. Energi di sini bukan semata-mata soal kekuatan fisik, tapi juga gairah menulis yang terus menyala-nyala. Banyak penulis pemula yang jatuh tersungkur karena tidak tahan dalam menjalani kegiatan menulis. Rasa malas menyerangnya bertubi-tubi yang membuatnya takluk. Akhirnya cita-cita menjadi penulis hanya disimpannya di dalam kepala untuk kemudian berakhir menjadi kenangan di masa tua.

Penulis yang memiliki energi kuat akan terus bertahan walaupun mereka didera banyak beban kehidupan. Justru beban tersebut akan membuatnya semakin mudah menemukan ide-ide tulisan yang lebih menarik. Mereka tidak akan takluk pada tubuh yang sedang ingin diistirahatkan. Mereka terus menulis walau tubuh dalam keadaan payah.


Baca juga: Keserhanaan itu Mahal

Ketika tubuh bisa beradaptasi dengan kegiatan menulis ini, maka orang akan mudah menuangkan gagasan dalam kondisi apa pun. Dia tidak akan memikirkan tubuhnya yang lelah. Dia tetap merasa enjoi untuk terus menuangkan gagasan.

Apakah itu sesuatu yang mudah? Tentu saja tidak. Tidak banyak orang yang mau bersusah payah bergelut dengan dunia tulis-menulis. Kebanyakan mereka berhenti dan memilih pekerjaan lain yang menghasilkan lebih banyak uang dengan sedikit keringat dan beban pikiran.

Sekali lagi, menulis bukan pekerjaan mudah. Tentu maksud saya di sini adalah tulisan yang bagus. Jika hanya menulis buruk, tentu saja mudah. Anak-anak TK sudah bisa melakukan itu. Menulis mudah bagi tulisan buruk, tapi sulit bagi tulisan bagus.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search